Senin, 08 Januari 2018

LAHN DALAM MEMBACA AL QUR'AN

1⃣ Definisi Lahn

Menurut Bahasa, Lahn (اَللّحْنُ) adalah :
الْمَيْلُ وَالِانْحِرَافُ عَنِ الصَّوَاب

"Menyimpang dari yang benar"

Adapun yang dimaksud lahn dalam membaca Al-Qur'an adalah :

الْخَطَأُ وَ الْمَيْلُ عَنِ الصَّوَابِ فِي الْقِرَاءَةِ

“Kesalahan dan penyimpangan dari kebenaran dalam qiraah baik itu menngurangi hak dan mustahak huruf atau berlebihan padanya.”

Adapun menurut istilah , lahn adalah :

خَطَأٌ يَعْرِضُ فِي تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ فَيُخِلُّ بِقَوَاعِدِ التّلَاوَةِ

“kesalahan yang muncul pada tilawah Al Quran, sehingga merusak kaidah-kaidah tilawah.”

Imam as-Sakhawi berkata : “Bacalah dengan tartil, jangan berlebihan, sempurnakanlah, dan jauhi kemungkaran (dalam bacaan) yang dilakukan orang-orang yang berbuat lahn.”

2⃣ Jenis Lahn

Kadang, lahn dapat mengubah makna, dan kadang lahn juga tidak mengubah makna Al-Qur'an. Namun baik mengubah ataupun tidak mengubah makna, keduanya merupakan kekeliruan yang mesti kita hindari untuk menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an.

Kesalahan dalam membaca Al-Qur'an dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

🅰  Al-lahnul Jaliyy (اَللّحْنُ الْجَلِيُّ)

Al-jaliyy berarti terang atau jelas, yakni kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid.

Lahn Jaliyy terbagi menjadi beberapa kategori :

   Pertama, berkaitan dengan huruf, seperti menambah huruf, mengganti huruf, menghilangkan huruf.

a. Menambah huruf ( Al  ‘Araf : 84)
                                                     مَطَرًا  (hujan) ,مَطَارًا (bandara)

b. Mengganti huruf (Al Fatihah : 2, Al Baqarah : 70)

الْحَمْدُ  (Segala puji) الْهَمْدُ (kehancuran / kematian)

الْعَـٰلَمِيْنَ (semesta alam) الْئَـٰلَمِيْنَ (penyakit)

                           إِنْ شَاءَ اللَّه (menghendaki) إِنْ سَاءَ اللَّه  (menyakiti)

c. Menghilangkan huruf (Al Hijr : 9)
                                            إِنَّا (sungguh kami) إِنَّ   (sungguh) 

   Kedua, berkaitan dengan harakat dan sukun, seperti Mengubah harakat, Mengharakati huruf sukun, Mensukunkan huruf berharakat, Memanjangkan harakat, Meringankan huruf tasydid, mentasydidkan huruf yang tidak tasydid.

contoh :

1. قَدْرًا Waktu  Ath Thalaq : 3
2. قَدَرًا Ketetapan Al Ahzab : 38
3. الْجَنَّةَ Syurga Ali Imran : 185
4. الْجِنَّةَ Jin Ash Shofat : 158
5. جُنَّةَ Tameng Al Mujadilah : 16
6. الْمُصَدِّقُونَ Orang yang membenarkan Ash Shofat : 5
7. الْمُصَّدِّقُونَ Orang yang bersedekah Al Hadid : 18
8. وَرَسُولِهِ Allah berlepas diri dari orang musyrik dan Rasul-Nya At-Taubah : 3

  Ketiga, berkaitan dengan Waqf dan Ibtida, seperti berhenti pada tempat yang dapat mengubah makna, atau memulai pada tempat yang tidak sesuai dan mengubah makna menjadi negatif.

   ✅ Lahn Jaliyy hukumnya haram secara mutlak, karena ia mengubah lafazh Al-Qur'an yang dapat merubah makna. Adapun orang yang awam, wajib baginya belajar. Sedangkan ketika dalam proses belajar dan masih melakukan kesalahan jaliyy ketika membaca bacaan shalat sah dengannya, tidak menjadi imam, dan tidak menjahar bacaannya di majelis kaum muslimin. (hilyatut tilawah hal 153).

Syaikh Mahmud Al Hushari berkata : “Lahn Jaliy haram menurut kesepakatan  kaum muslimin, pelakunya mendapatkan dosa apabila melakukan dengan sengaja. Namun  jika dilakukan karena lupa atau tidak tahu, maka itu tidak haram". (Ahkam qiraatil quran hal 35)

   🅱 Al-lahnul Khafiyy (اَللّحْنُ الْخَفِيُّ)

   Al-khafiyy berarti tersembunyi, yaitu kesalahan membaca Al Qur'an yang tidak diketahui secara umum kecuali oleh orang yang memiliki pengetahuan  mengenai kesempurnaan membaca Al-Qur'an atau yang pernah mempelajari ilmu tajwid.

✅ Keberadaan lahn khofiyy, yaitu :

   Pertama, lahn khofiyy pada huruf.

- Tercampurnya mad dan ghunnah
- Saktah dalam pengucapan sukun atau tasydid
- Tarji’ (Menggelombangnya suara pada mad seperti meninggikan suara kemudian merendahkannya dalam satu mad. (dirasat ilmi tajwid lilmutaqaddimin hal 40)
- Kurang menahan pada hukum ghunnah
- Membaca panjang yang kelebihan atau kekurangan dari kadar harakat seharusnya.
- Tidak menerapkan hukum bacaan

a. Tercampurnya mad dengan ghunnah إِنَّآ أَعْطَيْنَا Al Kautsar : 1
b. Saktah dalam pengucapan sukun dan tasydid أَنْعَمْتَ اللَّذِينَ
c. Tarji’ وَمَآ أُنْزِلَ Al Baqarah : 4
d. Kurang menahan pada hukum ghunnah إِنَّ An Naba : 31
e. Kurang atau lebih membaca kaidah panjang جَآءَ An Nashr : 1
f. Tidak menerapkan hukum bacaan أَنْتُمْ Al Kafirun : 3

Kedua, Lahn khofiyy pada harakat.

     Lahn khofiyy pada harakat terjadi dalam dua bentuk yaitu memantulkan huruf sukun yang bukan termasuk huruf qalqalah dan tarqish/ikhtilas (membaca dengan cepat). (dirasat ilmi tajwid lil mutaqaddimin)

✅ Contoh lain lahn khofiyy adalah :

1. Tidak menyempurnakan harakat sebagaimana mestinya,
2. Berlebihan dalam mengucapkan huruf lam,
3. Membaca sambil dipaksakan menangis,
4. Berhenti (waqf) pada harakat sempurna,
5. Menghilangkan kejelasan huruf awal dan akhir sebuah kalimat, dan
6. Isyba' atau tawallud harakat, menambah sedikit harakat sebelum sukun,
7. Dlsb.

Wallahu a'lam.

Pamulang, 09 Januari 2018

✍ Oleh : Abu Wardah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar